Optimalisasi Entrepreneurship Pada UMKM Cemilan Seafood di Desa Tempel Kecamatan Wedung Kabupaten Demak

  • Wisnu Nor Cahyo
  • Novita Putri Mardiana
  • Sindy Aulia Octaviana
  • Khoirul Muslimin

Abstract

ABSTRACT

The creative economy is an economic concept in the new economic era that intensifies
information and creativity by relying on ideas, knowledge, skills and talents, rather than
human resources. Therefore, Human Resources (HR) as the main production factor in its
economic activities. So that knowledge is needed about self-potential and the local cultural
environment, from each community member as a source of life and a place to live. The concept
of the creative economy is increasingly getting major attention in many countries because it
can actually make a real contribution to the economy. (Ismurdyawati et al, 2013).
One of the problems that occur in the community of outboard village, Wedung Sub-district,
Demak Regency, is due to the lack of interest of residents in the development of MSMEs in their
village, currently there are only entrepreneurs who are still active until now, namely seafood
crackers belonging to Mrs. Rohayati, crackers made from this type of fish are still requires
special attention to the development process, such as the use of very simple tools such as using
wax as an adhesive, as well as unattractive product packaging and many more. So that the
latest developments and innovations are needed to be able to develop these cracker products
to be even more attractive. The purpose of observations at partners' homes is to find out some
of the problems that occur so that later we can help partner development in the future such as
assisting in innovation of flavor variants, making partner logos, providing assistance in the
form of plastic press tools on packaging to make it more attractive and expand product
marketing. The approach method for implementing this partnership program uses descriptive
qualitative methods.
Keywords: Development, Products, crackers, Tempel village
ABSTRAK

Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep ekonomi di era ekonomi baru yang
mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide, pengetahuan skill
dan talenta, daripada sumber daya tenaga. Oleh karena itu, Sumber Daya Manusia (SDM)
sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Sehingga diperlukan
pengetahuan tentang potensi diri dan lingkungan budaya setempat, dari warga masyarakat
masing-masing sebagai sumber hidup dan tempat tinggalnya. Konsep ekonomi kreatif ini
semakin mendapat perhatian utama di banyak negara karena ternyata dapat memberikan
kontribusi nyata terhadap perekonomian. (Ismurdyawati et al, 2013).

Salah satu permasalahan yang terjadi pada masyarakat desa tempel Kecamatan Wedung
Kabupaten Demak ini karena kurangnya minat warga terhadap perkembangan UMKM di
desanya, saa ini hanya ada pengusaha yang masih aktif sampai sekarang yakni Kerupuk
seafood milik Ibu Rohayati, kerupuk yang berbahan dasar dari jenis ikan ini masih
membutuhkan perhatian khusus terhadap proses perkembangannya, seperti penggunaan
alat yang masih sangat sederhana seperti menggunakan lilin sebagai perekatnya, serta
pengemasan produk yang kurang menarik dan masih banyak lagi. Sehingga diperlukannya
pengembangan serta inovasi terbaru untuk dapat mengembangkan produk kerupuk ini jadi
lebih menarik lagi. Tujuan dilakukannya observasi dirumah mitra yakni dapat mengetahui
beberapa permasalahan yang terjadi sehingga nantinya kita dapat membantu
perkembangan mitra untuk kedepannya seperti membantu dalam inovasi varian rasa,
pembuatan logo mitra, memberikan bantuan berupa alat pres plastic pada kemasan agar
lebih menarik serta memperluas pemasaran produk. Metode pendekatan pelaksanaan
program kemitraan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Kata kunci: Perkembangan, Produk, kerupuk, desa Tempel

Published
2022-12-28
How to Cite
Wisnu Nor Cahyo, Novita Putri Mardiana, Sindy Aulia Octaviana, & Khoirul Muslimin. (2022). Optimalisasi Entrepreneurship Pada UMKM Cemilan Seafood di Desa Tempel Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Khaira Ummah, 1(02), 163-186. https://doi.org/10.34001/khairaummah.01022022-11